Thursday, April 5, 2007

Playboy Bebas

Kalau bicara perang ide, maka Playboy menang. Hari ini, Erwin Ananda dinyatakan bebas dari tuntutan jaksa selama 2 tahun 8 bulan. Berikut kutipan dari Republika:

Pemred Playboy Divonis Bebas

Jakarta-Rol--Pemimpin Redaksi Majalah Playboy dapat melenggan. Majelis hakim membebaskan dia dari dakwaan jaksa yang menuntut dua tahun delapan bulan.
''Jaksa hanya menggunakan KUHP padahal kasus ini menyangkut UU Pers No 40 Tahun 1999, jaksa tidak cermat,'' kata Ketua Mejalis Hakim Efran Basuning dalam pembacaan vonis di Ruang Garuda Pengadilan Jakarta Selatan, kamis (5/4).
Kontan saja keputusan tersebut mengecewakan anggota FPI yang sejak awal mengikuti persidangan ini. Mereka menilai hakim berpihak kepada pornografi yang sekarang sedang menggerus moral bangsa ini

Berita ini sangat mengejutkan bagi pihak-pihak yang tidak sepakat akan sangat menyakitkan. Apa pun keputusan hakim, pasti akan menyakitkan bagi salah satu pihak.
Walau tetap kontroversial, namun patut disayangkan keputusan hakim yang tidak mempertimbangkan rasa dan moralitas masyarakat. Sebagian orang menganggap ini adalah persoalan HAM. Namun yang lain menganggap ini persoalan masa depan bangsa.
Saya melihat kepentingan bisnis ada di setiap kasus pornografi. Kita ingat kasus Anjasmara dan Isabel Yahya dalam pose Adam dan Eva yang bugil tahun lalu. Pihak penyelenggara, kurator dan fotografer menyatakan bahwa objek itu tidak benar-benar bugil. Namun karena teknologi yang dinamakan digital imaging, objek bisa terlihat bugil atau berbeda dari asalnya.
Substansi yang hendak diperkenalkan, menurut pembuat, adalah bahwa sebuah gambar dapat dimanipulasi oleh teknologi itu dan hasil dari teknologi itulah yang hendak diperkenalkan. Namun pikiran bodoh saya mengatakan, jikalah hanya untuk tujuan "mulia" itu, mengapa harus martabat tubuh manusia yang dikorbankan? Bukankah bisa digunakan objek lain dalam hal ini seperti binatang. Bikin aja harimau yang tiba-tiba bersisik, atau gajah yang bersayap, atau kuda terbang seperti Gumarang di Mitologi Minang? Bukankah itu juga bentuk hasil digital imaging?
Atas dasar itu, maka cukup beralasanlah kiranya kalau kita bertanya lebih jauh.. Apa sih maksud loe?


No comments:

Post a Comment