Wednesday, September 9, 2015

Dialog - dialog dengan Morteza

Jalan-jalan
Ibu : Nak, kita jalan-jalan yuk !
Morteza : Kita bawa baju
Ibu : Iya
Morteza : Kenapa?
Ibu : Kita nginaplah agak semalam
Morteza : Emangnya rumah kita mau dikontrakin?
Ibu : ?8cf!!%

Kincir Angin
Morteza : Ayah, itu apa?
Ayah : Yang mana?
Morteza : Itu yang berputar-putar di atas itu kincir apa?
Ayah : Oh, itu kincir angin
Morteza : Itu baling-baling, bukan kincir angin !
Ayah : 8fjdj?j#k?

Minta Maaf
Morteza : Ayah, mau nonton
Ayah : Minta maaf dulu. Tadi nyubit ibu kan?
Morteza : Ibu, mau nonton
Ibu : Minta maaf dulu ke ayah, tadi ngomong keras keras kan?
Morteza : Ayah, Ibu, minta maaf ya (sambil menjulurkan tangan kanan ke ibu, tangan kiri ke ayah. Mau salaman)
Ayah : lho, minta maaf pakai tangan kanan dong
Morteza : Harusnya Allah memberikan tangan ini (menggerakkan tangan kanan) kanan dan tangan ini (menggerakkan tangan kiri) kanan juga
Ayah dan Ibu : Kenapa?
Morteza : Supaya minta maafnya bisa sekalian
Ayah dan Ibu : *alamak

Balon bukan kempes
Ayah : Morteza, coba lihat perut Ayah. Gimana? Bagus nggak ? (sambil menunjukkan perut yang semakin buncit)
Morteza : (Senyum) Bagus
Ayah : Morteza mau perutnya kayak gini juga?
Morteza : Nggak, abang maunya kayak perut abang aja. Kempes
Ibu : Hehe. Perut ayah kayak balon ya?
Morteza : Bukan, Balon itu meletus !
Ibu : Oo..
Morteza : Yang kempes itu Ban, bukan Balon !!
Ibu dan Ayah : &*%^&*%&*()&()

No comments:

Post a Comment