Thursday, April 5, 2007

Gempa di Tanahku, Hangusnya Istana Pagaruyung

Setelah sekian lama ninggalin blog, aku pikir ini saat yang paling tidak produktif. Aku hanya ingin laporan singkat.
Bulan Maret, kampungku Ranah Minang, Ranah Tercinta, Ranah Bundo Kanduang koyak seketika karena gempa 6,2 SR. Aku dikejutkan oleh sms dari seorang sahabat yang memberi tahu. Langsung kukontak ibu di Payakumbuh, dan Alhamdulillah selamat walau perabotan di rumah berhancuran. Tapi tak apalah. Yang penting selamat.
Beberapa waktu sebelumnya, Ustano Basa (Istana Besar) Pagaruyung, pusat bekas Kesultanan Alam Minangkabau hangus dilahap si jago merah. Hebatnya, Itu semua terjadi kala hujan.
Istana itu sungguh megah. Tingginya sekitar 60 meter. Ini komentar seorang blogger sepulang dari Pagaruyung

Ini istana yang paling cantik
yang pernah aq kunjungi. Istana ini terdiri dari 3 tingkat. tingkat pertama
berisi singgasana raja, ruang tidur raja dan permaisuri serta anak2 mereka.
bagus banget ruang tidurnya. lorong masuk kamarnya saja ada 7 lapis gorden
warni-warni. dibagian ini pula ada penyewaan baju adat minangkabau. lantai kedua
terdapat ruang tidur putri raja yang akan dipingit apabila akan menikah. ruangan
itu bagus banget, penuh dengan hiasan dan gorden warna-warni. lantai ketiga
merupakan tempat istirahat raja dan sekeluarga. ruangan itu kosong melompong,
gak ada barang satupun. jadi raja dan keluarga biasanya lesehan dan mengobrol2
saja disana. tapi sayang, istana itu kembali terbakar. akan memakan waktu yang
lama untuk mengembalikan istana cantik ini....

Tapi sekarang tinggallah Pagaruyung menjadi puing untuk ketiga kalinya setelah dibakar Belanda pada 1825 dan Sultan terakhir Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Bagagar Syah dibuang ke Batavia dan dimakamkan di Mangga Dua, kemudian kebakaran kedua pada awal kemerdekaan dan sekarang.
Aku jadi teringat sepotong lagu memanggil untuk kampung yang dihancurkan gempa dan Ustano yang disambar petir
Minangkabau Tanah nan den cinto
Pusako Bundo nan dahulunyo
Rumah Gadang nan Sambilan Ruang
Rangkiang Baririk di Halamannyo

Bilo den kana hati den taibo
Tabayang-bayang di ruang mato

Minangkabau Tanah kucinta
Pusaka Ibunda semenjak dahulu
Rumah Gadang yang sembilan ruangnya
Lumbung berbaris di halamannya

Bila ku ingat Hati rasa iba
Terbayang-bayang di ruang mata


1 comment:

  1. assalamuaikum.. saya dari malaysia.. teringin sangat nak jejak kaki ke istana pagaruyung.. hendak mencari saudara yang terpisah.. boleh email kembali pada saya.. pestolbom@yahoo.com

    ReplyDelete