Tamaddun Islam di Bidang Sains

Di waktu kecil, sekitar kelas 4 SD, alat yang paling sering kubuat adalah kamera obskura. Prinsipnya sederhana, sebuah kubusdari karton dimana salah satu sisinya diganti dengan kertas putih dan sisi yang dihadapannya dilubangi dengan sebuah jarum tepat di tengah-tengahnya dan jadilah kamera obskura. Untuk menggunakannya, aku masuk ke kamar nenek, menutup seluruh pintu dan jendela, menyelinap ke kolong tempat tidur dengan satu tujuan: mencari tempat segelap mungkin, lalu menyelakan sebatang korek aapi atau sebatang lilin. dari layar putih di kamera obskura akan terlihat bayangan api yang terbalik. Satu pertanyaanku waktu itu, bagaimana caranya agar bayangan api itu tetap ada di layar seperti film pada kamera modern.
Setelah dewasa, aku tahu bahwa percobaan itu telah berlaku ratusan tahun lalu dalam tamaddun Islam sehingga aku begitu bernafsu menyaksikan pameran kegemilangan tamaddun Islam di KLCC, Kuala Lumpur beberapa hari yang lalu.
Tanpa bermaksud melebih-lebihkan, aku sangat berdecak kagum kala menyaksikan itu. Beragam model dipamerkan dalam kelompok temuan astronomi, geografi, kesehatan, arsitektur, mekanika serta teknologi terapan lainnya. Di sana saya melihat meniatur banyak observatorium yang menyebar dari Analusia, Rayy, Samarkand, Bukhara, Damaskus serta Maghribi. Di sana pula saya melihat peta langit, banyak alat untuk melihat bintang (semacam teleskop), menyaksikan matahari, paralaks bintang, orbit planet sehingga membolehkan ilmuan muslim mengukur gerakan benda langit dengan tepat.
Di Bidang geografi ditampilkan peta globe pertama dari dunia Islam yang dibuat oleh di zaman Al-Makmun serta peta dari Al-Idrisi. Peta ini memberikan infomasi terlengkap pertama yang jauh lebih akurat dari Ptolemy. Salah satu keunikan globe dari dunia Islam adalah meletakkan arah selatan pada bagian atas, berbeda dengan peta modern yang berorientasi utara. Capaian Islam di bidang ini sangat luar biasa. Kompas telah dipakai oleh pelaut muslim kala itu. Salah satu capaian lain yang luar biasa adalah temuan Al-Biruni yang telah mengukur keliling bumi dengan ketepatan luar biasa dengan hanya berselisih beberapa kilometer saja dengan pengukuran modern padahal Al-Biruni tidak pernah berkeliling dunia.
Pada pameran itu juga turut diperagakan bagaimana dokter muslim di ruang operasi, meramu obat-obatan (apoteker), juga banyak gambaran pembuluh darah, sistem syaraf yang mereka pelajari. Pameran itu juga menampilkan replika rumah sakit (Hospital) yang telah banyak dibina di negeri-negeri Islam disamping juga beberapa contoh obat yang mereka buat.
Sungguh banyak yang dipamerkan termasuk jam mekanik yang telah ditemukan, alat pengairan yang telah menggunakan piston untuk menaikkan air dari tempat yang rendah ke yang tinggi, pistol bermesiu, pelontar api, dan mesin penggiling gandum. Ada pula yang menampilkan replika dari universitas-universitas yang telah tersebar di segenap dunia Islam beserta arsitektur yang sangat maju.
Satu yang menaarik bagi saya adalah mesin hiburan. Mesin itu seperti kumpulan boneka yang bergerak berdasarkan gerakan air di bawahnya. Setelah mengisi air pada ukuran tertentu, air akan mengalir ke tabung-tabung kecil yang berhubungan dengan pola tertentu ke boneka di panggung dan dengan perhitungan tertentu akan menggerakkan boneka-boneka di atasnya seperti berinteraksi. Ini sangat memerlukan hitungan yang jeli kupikir.
Selepas acara itu, satu keyakinan yang menguat di benak saya adalah bahwa jikalau ummah ingin maju, kuasai ilmu pengetahuan dan teknologi.


1 Comments:
Hmm..seru yah pamerannya...!! tapi satu... oleh2nya masih di tunggu coy! ough k'yudi, belum bagi2 oleh. adahal qta di menteng dagh nunggu oleh2nya....yuuuuukkk!
Lightia-meLs
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home