Saturday, March 17, 2007

Gempa di Tanahku




Rumah Gadang, Ustano Pagaruyung yang gagah, kini tinggal kenangan


Setelah sekian lama ninggalin blog, aku pikir ini saat yang paling tidak produktif. Aku hanya ingin laporan singkat.
Bulan ini, kampungku Ranah Minang, Ranah Tercinta, Ranah Bundo Kanduang koyak seketika karena gempa 6,2 SR.
Aku dikejutkan oleh sms dari seorang sahabat yang memberi tahu. Langsung kukontak ibu di Payakumbuh, dan Alhamdulillah selamat walau perabotan di rumah berhancuran. Tapi tak apalah. Yang penting selamat.
Beberapa waktu sebelumnya, Ustano Basa (Istana Besar) Pagaruyung, pusat bekas Kesultanan Alam Minangkabau hangus dilahap si jago merah. Hebatnya, Itu semua terjadi kala hujan.
Istana itu sungguh megah. Tingginya sekitar 60 meter. Ini komentar seorang blogger sepulang dari Pagaruyung




Ini istana yang paling cantik
yang pernah aq kunjungi. Istana ini terdiri dari 3 tingkat. tingkat pertama
berisi singgasana raja, ruang tidur raja dan permaisuri serta anak2 mereka.
bagus banget ruang tidurnya. lorong masuk kamarnya saja ada 7 lapis gorden
warni-warni. dibagian ini pula ada penyewaan baju adat minangkabau. lantai kedua
terdapat ruang tidur putri raja yang akan dipingit apabila akan menikah. ruangan
itu bagus banget, penuh dengan hiasan dan gorden warna-warni. lantai ketiga
merupakan tempat istirahat raja dan sekeluarga. ruangan itu kosong melompong,
gak ada barang satupun. jadi raja dan keluarga biasanya lesehan dan mengobrol2
saja disana. tapi sayang, istana itu kembali terbakar. akan memakan waktu yang
lama untuk mengembalikan istana cantik ini....



Tapi sekarang tinggallah Pagaruyung menjadi puing untuk ketiga kalinya setelah dibakar Belanda pada 1825 dan Sultan terakhir Daulat Yang Dipertuan Raja Alam Bagagar Syah dibuang ke Batavia dan dimakamkan di Mangga Dua, kemudian kebakaran kedua pada awal kemerdekaan dan sekarang.


Sepotong Lagu memanggil untuk kampung yang dihancurkan gempa dan Ustano yang disambar petir



Minangkabau Tanah nan den cinto

Pusako Bundo nan dahulunyo

Rumah Gadang nan Sambilan Ruang

Rangkiang Baririk di Halamannyo


Bilo den kana hati den taibo

Tabayang-bayang di ruang mato



Minangkabau Tanah kucinta

Pusaka Ibunda semenjak dahulu

Rumah Gadang yang sembilan ruangnya

Lumbung berbaris di halamannya


Bila ku ingat Hati rasa iba

Terbayang-bayang di ruang mata

2 Comments:

At March 18, 2007 at 1:31:00 PM GMT+7 , Blogger me2l said...

Assalamu'alaykum...
turut berduka cita atas gempa di Sumbar kemaren

 
At March 19, 2007 at 5:42:00 PM GMT+7 , Blogger Yudi Helfi said...

thanks atas rasa dukanya.... moga semuanya akan jadi lebih baik

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home